Home / Uncategorized / Polres Tegal Berhasil Meringkus Komplotan Pembobol Minimarket

Polres Tegal Berhasil Meringkus Komplotan Pembobol Minimarket

Polres Tegal Berhasil Meringkus Komplotan Pembobol Minimarket – Tiga pembobol spesialis minimarket lintas kota dibekuk Satreskrim Polres Tegal. Pemeran yaitu Rustam Safari (38) masyarakat Cilegon, Banten, Henri Sunardi (37) masyarakat Kota Bekasi, Jawa Barat, serta Sahat Parsaulian (24) masyarakat Kabupaten Tapan Utara, Sumut.

Dalam berlaga, banyak pemeran butuh waktu lima menit. Buat menghilangkan jejak komplotan itu juga ambil camera pengawas.

” Menjadi komplotan ini sudah kerjakan tindakan pembobolan di 21 Tempat Peristiwa Masalah (TKP) yg semua ialah minimarket, ” kata Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianti waktu di konfirmasi merdeka. com, Selasa (14/8).

Dwi Agus memberikan, ke-3 pemeran dibekuk di beberapa tempat lokasi Cilegon, serta Bantargebang, Bekasi. Hasil dari penyidikan, tiga pemeran udah beroperasi 2017 saat lalu.

” 5 TKP salah satunya Tegal, komplotan ini modusnya membidik toko minimarket yg udah tutup, ” katanya.

Dwi memaparkan, sebelum berlaga komplotan ini lebih dahulu mencari serta mengawasi keadaan minimarket yg udah dalam situasi sepi tertutup. Paham keadaan sepi, pemeran selanjutnya masuk secara mengakibatkan kerusakan rantai gembok kunci pintu dengan memanfaatkan perabotan yg udah dibawa.

” Pemeran ini metodenya mengakibatkan kerusakan pintu dengan gunting pemotongan besi serta linggis, ” terangnya.

Selesai sukses masuk ke minimarket, pemeran langsung ambil beberapa barang yg mempunyai nilai mahal.

” Dimulai dari susu kaleng, rokok, serta apa pun yg mempunyai nilai mahal diambil banyak pemeran, ” sambungnya.

Pemeran ini telah cukup profesional. Alat-alatnya komplet. Tidaklah sampai lima menit pintu minimarket udah dapat dibobol.

” Dalam sebuah malam mereka dapat berlaga di dua sampai tiga TKP. TKP yang lain diantaranya Kabupaten Tegal yaitu alfamart Bojong, alfamart Suradadi, alfamart Talang, Alfamart Pagerbarang, serta Indomaret Balapulang, ” jelas Dwi.

Dari tangan pemeran, petugas mengambil alih beberapa tanda untuk bukti yg diperlukan buat kerjakan pencurian. Salah satunya sebuah linggis, obeng, serta gunting besi.

Menurutnya, buat beberapa barang yg diambil dari minimarket selanjutnya ditaruh atau di jual ke Jakarta. Dwi memberikan, banyak pemeran dijaring dengan clausal 363 KUHP perihal pencurian dengan pemberatan.

” Ancaman hukumannya berwujud kurungan penjara 7 tahun. Dari penangkapan ini, dua kawan banyak pemeran masihlah buron, ” tuturnya.

About admin