Home / Uncategorized / Mabes Porli Samarinda Menangkap Anggota DPR

Mabes Porli Samarinda Menangkap Anggota DPR

Mabes Porli Samarinda Menangkap Anggota DPR  – Penyidik Bareskrim Mabes Polri menyudahi pelarian Ketua Koperasi Komura, Jafar Abdul Gafar (JAG). Anggota DPRD Samarinda itu di tangkap kala lagi tengah bersama-sama istri keduanya di Hotel Angkasa, Cakung, Jakarta Timur.

” Tadi malam Jafar di tangkap tim Bareskrim. Sepanjang pelarian dia berpindah-pindah di berapa hotel sampai tertangkap di Cakung, ” terang Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya dalam keterangannya terhadap detikcom, Senin (24/4/2017).

Jafar di tangkap kala ada di kamar no 207 Hotel Angkasa pada Minggu (23/4/2017) malam. Sejak mulai diputuskan sebagai tersangka pada 4 April 2017 selanjutnya, Jafar tdk pernah menghadiri pemanggilan penyidik Bareskrim.

Tertulis terdapat banyak hotel tempat dia berpindah-pindah. Salah satunya merupakan Hotel Oasis, Hotel Redtop, Hotel Grand Cempaka, Hotel Grand Royal Pecenongan, indekos di daerah Pasar Baru, paling akhir ia bermalam di Hotel Angkasa kamar 207, Cakung, Jakarta.

Kala diamankan, Jafar berpakaian serba hitam serta topi putih. Gafar lantas dibawa ke Mabes Polri oleh penyidik utk dilaksanakan pengecekan seterusnya. Dalam keterangannya, Agung menyebutkan Gafar di tangkap kala tengah bersama-sama keluarga.

” Dia di tangkap bersama-sama istri ke dua, ” katanya.

Penyidik Bareskrim Polri dibantu oleh Polda Kal-tim pernah laksanakan penggeledahan dirumah tersangka, di jalan Tj Aru, RT 22, No 40, Perum Komura, Samarinda Seberang, sejak mulai Selasa (11/4).

Tersangka bertindak sebagai ketua Komura dikira laksanakan tindak pidana Pemerasan serta Tindak Pidana Korupsi dan Pencucian Duwit tentang dengan memastikan tarif Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) pelabuhan di Kalimantan Timur. Gafar diberi tanda tangan invoice terhadap PBM PBM (perusahaan bongkar muat), dimana penagihan itu memang tdk miliki basic hukum.

” Komura dengan cara sepihak memastikan tarif bongkar muat di pelabuhan, seandainya PBM tdk mengerjakan jadi dapat ada perbuatan intimidasi melalui langkah pengerahan massa (partikelir), ” terang Agung.

Sejak mulai th. 2010 sampai 2016, Komura meraih untung sebesar Rp 2, 46 Triliun dari perbuatan pungli itu. Terlebih dahulu, penyidik udah laksanakan penahanan pada DHW bertindak sebagai sekretaris Komura, serta udah mengambil duwit Rp 6, 1 miliar, 4 tempat tinggal serta kendaraan lux dan deposito sejumlah Rp 326 Milyar.

” Pada tersangka ditempatkan pasal 368 KUHP, pasal 11 serta 12 UU Korupsi serta pasal 3, 5, 10 UU Pencucian Duwit, ” tutup Agung.

About admin