Home / berita umum / Komplotan Pembobol Modus Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi Ini Terancam 5 Tahun Bui

Komplotan Pembobol Modus Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi Ini Terancam 5 Tahun Bui

Komplotan Pembobol Modus Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi Ini Terancam 5 Tahun Bui – Team Subdit Resmob Polda Metro Jaya tangkap dua pemeran pembobolan ATM. Banyak pemeran membobol ATM dengan modus mengganjalnya gunakan tusuk gigi.

” Terkait pencurian uang di ATM, lebih kurang akhir bulan Maret ya, kita bisa laporan ada nasabah itu yg rekeningnya menyusut, walaupun sebenarnya nasabah tidak kerjakan transaksi, selesai kita selidiki kalau kita dapatkan pemeran ada 4 orang yg dua masihlah DPO, ” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (15/4/2019) .

Ke dua pemeran yg tertangkap yaitu berinisial G serta AF. Sesaat dua orang yang lain Dwi serta Wadi masihlah dicari polisi.

Argo menerangkan, masalah ini tersingkap selesai polisi terima laporan dari korban akhir Maret 2019. Berdasar pada laporan itu, polisi kerjakan pengumpulan bukti-bukti sampai tangkap dua pemeran.

Dalam laganya, banyak pemeran menginginkan ATM yg sepi pengunjung. Dengan demikian, pemeran dapat bebas disaat menempatkan tusuk gigi pada mulut ATM.

” Nyata-nyatanya kalau pemeran ini merupakan mengganjal ATM dengan tusuk gigi serta targetnya merupakan mesin ATM sepi pengunjung berarti itu tidak crowded orang narik uang disana, ” katanya.

Argo mengemukakan selesai dapatkan tempat pemeran mengganjal ATM serta tunggu arah korban masuk ke ATM. Sesudah itu dua orang pemeran berpura pura antre di belakang korban serta siap menawarkan pertolongan disaat soal berlangsung.

” Tempat ATM udah diganjal, mulut kartu diganjal dengan tusuk gigi, korban masuk serta pemeran pura pura antre, waktu korban ini tambahkan kartu gak dapat bisa, selanjutnya di belakangnya sok jadi pahlawan tawarkan layanan untuk tolong masukkan kartu, ” tukasnya.

Waktu satu diantaranya pemeran menopang input kartu, pemeran yang lain bakal maju serta berpura pura memindah perhatian korban. Sewaktu berikut pemeran menukar kartu korban dengan kartu punyanya, masukkan dengan paksa kartu pemeran serta menghapalkan PIN ATM korban.

Argo menuturkan ke-4 pemeran udah kerjakan laganya seringkali di Casablanca, di RS Islam Jakarta, di Jatinegara, serta Kampung Melayu. Mereka ambil lebih kurang Rp15 juta sampai Rp 25 juta tiap-tiap berlaga.

Banyak pemeran digunakan kasus 363 KUHP, kasus 3, 4, 5, juncto kasus 2 ayat 1 huruf p UU RI No 8 Tahun 2010 perihal Mencegah serta Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan intimidasi hukuman 5 tahun penjara. Ke dua pemeran sekarang ini ditahan di Polda Metro Jaya.

About admin