Home / Uncategorized / Kejam Darah Dagingnya Sendiri Di Pasangi Sabuk Bom Pipa

Kejam Darah Dagingnya Sendiri Di Pasangi Sabuk Bom Pipa

Kejam Darah Dagingnya Sendiri Di Pasangi Sabuk Bom Pipa – Gak tahu apa yang terbersit dibenak orang-tua yang mengajak anaknya melaksanakan perbuatan bom bunuh diri. Darah dagingnya sendiri dipasangi sabuk buat mengikat bom berwujud pipa.

Moment ini hingga bikin Presiden Jokowi tidak tega. Jokowi juga memandang segera jenazah bocah itu.

” Mayatnya saya masihlah simak. Bomnya diposisikan di bom sabuk, anaknya di beri, ibunya juga di beri, ” kata Jokowi selagi menghadiri Halaqah Nasional Hubbul Wathon serta Deklarasi Pergerakan Nasional Muballigh Bela Negara di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (14/5/2018) .

Jokowi segera bertolak menuju Surabaya, tempo hari (13/5) . Peristiwa rentetan pengeboman itu berlangsung pada tempo hari pagi yang pelakunya merupakan satu keluarga.

Dita Oeprianto (48) merupakan kepala keluarga yang membawa istri serta ke-4 anaknya menjumpai ajal dengan bom bunuh diri. Pertama-tama, perbuatan dijalankan oleh 2 putranya berinisial YF (18) serta FA (16) yang berboncengan mengendarai sepeda motor ke Gereja Santa Maria Tidak Bercela, Surabaya.

Seterusnya, Dita mengantar istrinya, Puji Kuswati (43) ke Gereja Kristen Indonesia (GKI) Surabaya. Puji mengajak dua putrinya, FS (12) serta FR (9) , meledakkan diri di gereja itu. Seterusnya baru Dita meleakkan diri dengan bom yang dibawanya ke Gereja Pantekosta Pusat, Surabaya.

” Saya simak sendiri dengan segera, bagaimana teroris membawa dua anak kecil yang usia 9 th. serta 12 th. di turunkan oleh bapaknya, digandeng ibunya serta masuk ke halaman gereja meledakkan diri, ” kata Jokowi yang udah memandang deskripsi peristiwa tragis itu.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengecam keras perbuatan teror bom yang mengfungsikan anak-anak itu. Menurut KPAI, ini samasekali tidak berperikemanusiaan.

Tidak cuma KPAI, Sekjen PBB Antonio Gutteres juga mengutuk perbuatan yang mengikutsertakan anak-anak. Gutteres merasakan ngeri dengan moment ini.

Anak-anak juga turut perbuatan teror yang dijalankan ayahnya di Mapolrestabes Surabaya. Kesempatan ini pelakunya merupakan Tri Murtiono (50) serta istrinya yang bernama Tri Ernawati (43) .

Pasutri ini membawa 3 anaknya dalam perbuatan. Dua anaknya turut tewas, sesaat anak bungsunya yang masihlah berumur 8 th. diselamatkan polisi serta saat ini masihlah dirawat intensif.

About admin