Home / berita umum / Batang Pohon Jati Berumur Ratusan Tahun Di Sleman, Di Lelang Minimum Rp 500 Juta

Batang Pohon Jati Berumur Ratusan Tahun Di Sleman, Di Lelang Minimum Rp 500 Juta

Batang Pohon Jati Berumur Ratusan Tahun Di Sleman, Di Lelang Minimum Rp 500 Juta – Penduduk Dusun Plasan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman dikagetkan dengan penemuan dua buah batang jati mempunyai ukuran besar. Dua batang kayu jati ini diketemukan kala penduduk tengah bergotong royong bikin kolam ikan, Sabtu (8/9) .

Batang jati dengan panjang lebih kurang 15 mtr. ini diketemukan terkubur didalam tanah. Batang jati itu diprediksikan berumur beberapa ratus tahun.

Penduduk Dusun Plasan, Sigit Prawoto menyampaikan penduduk tidak menyangka dapat temukan batang kayu jati di area yg dapat jadikan kolam ikan itu. Lebih kayu itu baru diketemukan kala penggalian tanah dilaksanakan.

” Kala dilaksanakan penggalian dengan alat berat ada batang kayu. Sebelumnya penduduk tdk menyangka batang kayu lumayan besar, sesudah digali lebih dalam nyatanya ada 2 batang pohon, ” papar Sigit, Minggu (9/9) .

Sigit menyampaikan, selesai dapat diangkat, sudah sempat ada penduduk yg mau beli dua batang kayu jati itu seharga Rp 160 juta. Tetapi, penawaran penduduk itu tidak diterima sebab masih tetap tunggu hasil pengamatan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY serta Fakultas Kehutanan Kampus Gadjah Mada (UGM) .

Sigit memaparkan paska ada hasil pengamatan dari dua instansi itu, selanjutnya kayu jati hasil penduduk itu dapat dilelang. Hasil lelang selanjutnya dapat digunakan penduduk untuk bikin kolam ikan serta jalan.

” Nunggu hasil pengamatan. Kelak pengen dilelang. Lelang minimum Rp 500 juta. Uangnya dapat digunakan buat bikin kolam serta melakukan perbaikan jalan, ” papar Sigit.

Terpisah, Kepala BPCB DIY, Ari Setyastuti menyampaikan, batang kayu Jati itu sekarang ini masih tetap di periksa bersama-sama Fakultas Kehutanan UGM. Hasil pengamatan bersama-sama, diprediksikan baru dapat keluar minggu kedepan.

Ari menjelaskan batang jati itu diketemukan pada kedalaman 2, 5 mtr. dari tanah. Area penemuannya berjarak 500 mtr. dari Candi Kedulan. Di mana website itu sempat seringkali terserang lahar erupsi Gunung Merapi di tahun 1060, 1175 serta 1445.

” Yang pasti itu terserang lahar. Mungkin berbarengan dengan momen Candi Kedulan, ” tukasnya. Jika memang termasuk juga ekofak, ialah objek yg diketemukan pada website arkeologi serta miliki signifikansi arkeologis jadi beberapa dapat dilestarikan. Beberapa dapat juga untuk difungsikan (dipasarkan) penemu. Namun masih tetap nantikan hasil pengamatan yg terperinci, ” tutup Ari kala dihubungi.

About admin